Cara terbaik membuat dan mengelola topik di Analisis Topik

Pelajari cara mendefinisikan, membuat, dan mengelola topik untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih cerdas di seluruh tim

Ditulis oleh Frieda Yip (Super Administrator)

Diperbarui pada January 21st, 2026

Analisis Topik membantu tim mengidentifikasi tema yang berulang, intent pelanggan, dan titik friksi dalam percakapan. Jika disiapkan dengan tepat, Topik memberikan lebih dari sekadar label — topik membantu Anda untuk:

  • Melacak isu dan feedback pelanggan yang nyata dengan lebih jelas
  • Mendeteksi peluang sales dan sinyal pembelian sejak dini
  • Memahami cara pengguna merespons campaign atau alur layanan
  • Mengarahkan percakapan ke tim yang tepat dengan lebih efektif

Dengan mengikuti praktik terbaik dalam membuat dan mengelola Topik, Anda akan menghasilkan insight yang lebih terfokus, dapat ditindaklanjuti, dan selaras dengan tujuan tim — baik Anda bekerja di support, sales, operasional, maupun marketing.

Panduan ini akan memandu Anda dalam mendefinisikan, menyusun, dan terus menyempurnakan Topik agar tim Anda dapat bekerja lebih cerdas.

Sebelum memulai: tentukan apa yang ingin Anda lacak

Mulailah dengan pemahaman yang jelas tentang hal apa yang ingin Anda ungkap melalui Topik. Tanyakan pada diri Anda:

  • Pertanyaan apa yang ingin kami jawab?
    • Contohnya: “Mengapa pelanggan berhenti menggunakan produk?” “Apa masalah produk yang paling umum?”
  • Tema atau momen apa dalam percakapan yang paling penting bagi tim kami?
    • Contohnya: keluhan, pertanyaan harga, permintaan fitur, intent untuk membeli
  • Siapa yang akan menggunakan data ini, dan bagaimana cara menggunakannya?
    • Contohnya: tim marketing meninjau feedback campaign, tim support menandai keluhan, tim sales memprioritaskan lead dengan intent tinggi

Setelah Anda mengetahui hasil yang ingin dicapai, Anda dapat membuat topik yang menampilkan pola tersebut dengan jelas — dan menghindari insight yang samar atau penuh noise.

 

Tips: Jika Anda belum yakin, coba tinjau FAQ, chat support sebelumnya, atau komentar CSAT untuk mengidentifikasi bahasa yang umum digunakan atau isu yang sering muncul.

 

 

Menyusun topik: seberapa detail sebaiknya topik dibuat?

Topik di SleekFlow Analytics hanya terdiri dari dua level:

  1. Nama topik: Menentukan apa yang ingin Anda lacak.
  2. Kriteria topik: Frasa yang membantu mengidentifikasi percakapan yang berkaitan dengan topik tersebut.

Topik yang Anda tetapkan bergantung pada tingkat insight yang ingin Anda capai. Kriteria yang ditambahkan sebaiknya selalu berada satu tingkat lebih spesifik dari topiknya.

Untuk membantu menggambarkan hal ini, berikut contoh visual yang menunjukkan bagaimana tujuan bisnis tingkat tinggi — dalam hal ini melacak isu support pasca-penjualan — dapat dipecah menjadi beberapa topik beserta kriteria yang sesuai.

Diagram ini menunjukkan bagaimana satu tujuan dapat menghasilkan beberapa topik, yang masing-masing ditentukan oleh frasa berbeda yang mungkin digunakan pelanggan dalam percakapan. Anda dapat menyesuaikan tingkat spesifikasinya sesuai dengan hal yang ingin Anda ukur dan tingkatkan.

 

Contoh berdasarkan use case:

Tujuan Anda Nama Topik Kriteria Topik
Melacak semua isu pasca-penjualan Post-sales support
  • "ingin refund"
  • "pelacakan tidak berfungsi"
  • "tidak ada yang membantu saya"
Fokus hanya pada isu refund Permintaan refund
  • “uang kembali”
  • "tidak puas dengan produk"
  • "ingin refund"
Mengidentifikasi keluhan terkait pengiriman Masalah pengiriman
  • "belum dikirim"
  • "pelacakan tidak berfungsi"
  • “mana pesanan saya"

 

Tips: Anda dapat mengontrol seberapa detail Topik yang dibuat. Buat Topik yang luas seperti "Isu support" untuk gambaran tingkat tinggi, atau persempit ke intent tertentu seperti "Ketidakpuasan refund".

Kriteria sebaiknya selalu mencerminkan bahasa yang digunakan pelanggan agar analitik berbasis AI dapat menangkap konteks percakapan Anda dengan pelanggan.

 

 

Catatan tentang bahasa dan terjemahan

Analisis Topik saat ini belum mendukung penerjemahan otomatis untuk keyword. Jika bisnis Anda melayani pelanggan dalam berbagai bahasa, Anda perlu menambahkan keyword secara manual untuk setiap bahasa saat menyiapkan kriteria topik.

Tips: Tambahkan frasa terlokalisasi yang benar-benar digunakan pelanggan di setiap bahasa, termasuk variasi ejaan umum atau bahasa gaul, untuk memastikan pendeteksian topik yang akurat di berbagai wilayah.

 

 

Cara terbaik

Berikut beberapa panduan praktis untuk membantu Anda membuat Topik yang bermakna, mudah dikelola, dan berorientasi pada tindakan. Ini adalah panduan umum — silakan sesuaikan dengan tujuan dan alur kerja tim Anda.

  1. Selaraskan topik dengan tujuan bisnis: Buat topik yang menjawab pertanyaan bisnis yang bermakna atau membantu tim tertentu bertindak lebih cepat. Dengan begitu, data bekerja untuk Anda — bukan sebaliknya.
     
  2. Jaga topik tetap fokus, tidak terlalu luas: Hindari menggabungkan berbagai intent ke dalam satu topik serba guna. Label yang terlalu umum menyulitkan pengambilan tindakan atau penelusuran akar masalah.
     
  3. Gunakan frasa nyata yang benar-benar digunakan pelanggan: Pencocokan topik didukung oleh deteksi keyword — gunakan bahasa nyata yang diambil dari log chat, FAQ, atau catatan CRM.
     
  4. Lacak intent pembelian secara terpisah: Sinyal pembelian sebaiknya memiliki topik khusus agar tidak tertimbun oleh tag percakapan umum.
     
  5. Tinjau dan perbarui secara berkala: Topik bukan sesuatu yang selesai sekali saja. Bahasa pelanggan berkembang, fokus bisnis berubah — topik Anda juga harus menyesuaikan.
    1. Gabungkan topik yang tumpang tindih untuk mengurangi noise
    2. Pecah topik yang terlalu besar dan mencampur intent yang tidak terkait
    3. Perbarui keyword seiring perubahan produk atau audiens
       
  6. Hindari topik yang redundan atau membingungkan: Topik yang duplikat atau tidak jelas dapat menyebabkan data yang tidak konsisten dan kebingungan antar tim.
     
  7. Gunakan Analisis Topik untuk menguji asumsi: Biarkan data memandu Anda. Manfaatkan tren topik untuk memastikan apakah asumsi tim Anda sesuai dengan apa yang sebenarnya disampaikan pelanggan.

 

Use case dan contoj

Berikut contoh nyata yang bisa membantu Anda mengerti berbagai cara untuk mengapliksikan Topik di Analisis Tim di berbagai tim: 

Nama topik

Contoh kriteria topik

Tim/Industri

Use case

Feedback negatif

“Mahal” “Menunggu terlalu lama”

Customer support

Tandai ketidakpuasan sejak dini dan kurangi eskalasi. Pantau tren keluhan.

 

Booking intent

“Pesan janji temu” “kapan saya bisa mulai” 
“Siap untuk memesan”

Klinik, pelayanan, sales

Identifikasi lead dengan intent tinggi dan lakukan tindak lanjut lebih cepat. Lacak minat pemesanan.

 

 

Permintaan refund

“Ingin refund”, “Uang kembali”

Operasional, keuangan, support

Arahkan kasus refund secara efisien. Pisahkan permintaan pasca-pembelian dari isu pengiriman.

 

 

Pertanyaan harga

“Berapa harganya” “Harga”

Pre-sales, e-commerce

Ungkap keberatan untuk meningkatkan konversi. Pahami perilaku sebelum pembelian.

 

 

Promo feedback

“Kode tidak bisa digunakan” “Kode promo tidak berfungsi”

Marketing

Ukur respons campaign. Validasi reaksi pengguna yang nyata dan perbaiki isu mendesak.

Keterlambatan pengiriman

“Paket saya terlambat”, “Masih menunggu”

Logistics, support

Lacak keluhan pengiriman secara terpisah dari isu lainnya. Perjelas titik masalah operasional.

 

Tantangan umum dan cara mengatasinya

Challenge

Workaround

Tidak tahu harus mulai dari mana

Tinjau FAQ atau riwayat percakapan untuk menemukan tema yang muncul

Tidak yakin frasa apa yang harus digunakan

Gunakan bahasa nyata pelanggan — hindari istilah internal

Mencapai batas topik/kriteria

Prioritaskan berdasarkan kebutuhan bisnis; kelompokkan variasi jika memungkinkan

Kesulitan menyeimbangkan topik yang terlalu luas vs. terlalu spesifik

Mulai dari yang luas; pecah Topik hanya ketika sudah terlalu noisy atau membingungkan

Tidak yakin apakah topik sudah akurat

Mulai dengan beberapa frasa, validasi, lalu lakukan iterasi

 

Ringkasan

Menyiapkan topik yang bermakna di Analisis Topik membantu Anda mengubah percakapan menjadi insight yang jelas dan dapat ditindaklanjuti. Baik Anda melacak permintaan refund, minat sales, maupun feedback campaign, topik yang tersusun dengan baik memungkinkan Anda untuk:

  • Fokus pada sinyal yang benar-benar penting bagi tim Anda
  • Mengarahkan isu atau lead dengan lebih efektif
  • Merespons kebutuhan pelanggan dengan lebih cepat dan strategis

 

💡 Tips: Jika Anda ingin melacak berbagai jenis concern pelanggan dengan lebih efektif, pertimbangkan untuk membuat topik terpisah untuk setiap intent. Hal ini memungkinkan Anda mengukur setiap isu dengan lebih presisi, menugaskannya ke tim yang tepat, serta melakukan perbaikan yang lebih terfokus berdasarkan apa yang benar-benar disampaikan pelanggan.